Kok saya piker-pikir jika kata-kata cinta itu tidak akan pernah ada habisnya ya??? Jika saja jumlah para sastrawan ataulah pengarang buku di Indonesia berjumlah 100 orang, sebagian besar mereka pasti pernah memasukkan unsur cinta. Entah itu cinta pada Tuhan, Orang tua, kekasih, Alam, ilmu pengetahuan atau hanya cinta dirinya sendiri. Pasti cinta, cinta dan cinta.
Lalu apa sich hakikat cinta???????????
Ketika saya menulis ini saya mencoba untuk search di mesin pencari di internet, saya menemukan hampir 300 ribu alamat web yang menyatakan dan menjawabnya baik secara intuisi mereka pribadi atau menurut pengetahuan mereka para pengelolah web tersebut.
Tidak bisa dipungkiri lagi, jika memang kata cinta dan makna cinta itu sendiri menjadi hak setiap orang.
Oke, jika memang cinta itu hak setiap manusia-individu di dunia sebagai karunia dari Tuhan yang Maha Esa- dan semua makhluk hidup di dunia ,lantas apa yang ada di balik jiwa MANUSIA jika seorang ibu tega membunuh anaknya dengan racun tikus, komplotan pejabat yang rakus dan tak pernah mau mempedulikan rakyat yang kelaparan, spanduk-spanduk caleg secara sengaja dipakukan di pohon – baca: dimana pohon juga makhluk yang berhak untuk menikmati hidup tanpa menyusahkan manusia-, peperangan yang mengatasnamakan hak asasi manusia??? Kurang apalagi kebejatan yang mengatasnamakan ketamakan, keegoisan, dan kedengkian.
Cinta diberikan kepada manusia agar mereka dapat berbuat secara lumrah dan wajar tidak berlebihan, cinta juga diberikan kepada setiap makhluk hidup di dunia ini untuk menjaga keseimbangan perputaran bumi pada porosnya dan mengelilingi matahari pada garis edarnya.
Setuju atau tidak, kelangsungan hidup di dunia ini berkembang dengan peran cinta. Saya ambil contoh ajaran Kristus. Dia memberikan inti ajaran yang cinta kasih kepada seluruh ummat manusia di dunia, siapapun dia, kita sebagai umat kristus harus selalu menyebarkan cinta dan kasih. Yang berikutnya inti ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin – artinya: karunia bagi alam semesta-. Ajaran ini yang terus dipertahankan hingga sekarang, pernah suatu adits menceritakan bahwa jika Nabi Muhammad memimpin perang beliau akan sangat beram kepada pasukannya jika mereka mengganggu kelangsungan hidup makhluk lain, hal ini terjadi pada saat Perang Uhud. Yang terakhir. Ajaran Buddha, Dia sangat bijak melewati segala hiruk pikuk keinginan hawa nafsu manusia, beliau mengajrakan pada para pengikutnya untuk senantiasa menebarkan cinta dan mencintai kepada semua makhluk.
Lantas apa yang sebenarnya yang terjadi pada jiwa seorang ibu tadi yang tega membunuh anaknya denga menggunakan racun tikus, bukankah racu tikus digunakan untuk membunuh tikus, bukan diciptakan untuk menghabisi nyawa manusia, siapapun dia, tidak berhak untuk menghabisi ataupun mengakhiri hidupnya sendiri didunia ini. Mereka dimenangkan dalam sebuah pertandingan oleh Tuhan, bukannya memiliki hak sepenuhnya untuk mengakhiri hidupnya tetapi mereka memiliki hak untuk menyukseskan dirinya di kehidupan dunia ini.
Para pembaca, saya hanya ingin bertanya, kepada Anda. Jika setiap manusia berpikir ingin menghabisi segala isi alam dunia ini dan mengeruk segala kekayaan perut bumi, sumber daya manusianya. Lantas apa bedanya dengan predator di HUTAN.
Oleh karena itu mari kita bersama-sama meningkatkan frekuensi cinta kita kepada sesame manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga apa yang diimpikan oleh para pencetus perdamaian didunia menjadi kenyataan dan kita bisa hidup penuh berkah dengan karuniaNYA.
0 komentar:
Posting Komentar
berilah komentar untuk membangun kreativitas saya