Human's Problem

on 17 Januari 2009

Kadang manusia merasa kurang ketika dia dihadapkan oleh suatu hal, atau malah kadang manusia merasa berlebihan hingga tidak bisa mengemban suatu hal. Lalu hal yang seperti apa yang mampu memuaskan segala hasrat keinginan MANUSIA. 

Yang mungkin terlintas mungkin jawabannya adalah diri kita sendiri. Tanpa ada bantuan yang bisa merubah segalanya menjadi sebuah keajaiban, atau juga sesosok entah itu hidup atau mati, bergerak atau diam, berkuasa atau dikuasai. Semua menjadi mungkin ketika kita menjadi sesorang yang selalu merasa kurang dan selalu merasa berlebihan.

Jadi manusia selalu merasa kurang apanya??? Kalo saya boleh bertanya pada diri ini. Jawabannya hanya dan mungkin cuma satu ini yang bisa mewakili jawaban lainnya, yaitu kurang menguasai segala sesuatu di dunia- yang bersifat dunia, yang mencari penghidupan didunia, dan mencari selamat di dunia. Semua serba dunia semua serba fakta. Jika ada GURU atau MURSYID yang mengatakan bahwa dunia ini adalah tempat minum teh yang dimana setiap manusia hanya sebentar saja- mungkin manusia paling lama tinggal dan hidup untuk zaman sekarang lebih kurang hanya 120 tahun, itupun usia produktif hanya terjadi mulai usia 20 tahunan hingga 80 tahun, sisa nya hanya makan ,tidur, kalau tidak malas ya bersembahyang- MANUSIA hanya menjawab lantas apa BUKTI KONKRITNYA KALAU KITA HANYA SEBENTAR DI DUNIA DAN KEKAL DI AKHIRAT. 

Dasar MANUSIA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Yang berikutnya manusia merasa berlebihan apanya, kok sampai-sampai meraka tidak kuat untuk mengmbannya??????????
Sebelumnya, ijinkan saya menulis dua buah cerita, yang menurut saya unik jika dibandingkan dengan permadani terbang dan lampu ajaibnya ALADDIN. Di Jerman terdapat seorang pengusaha sukses, beliau di negara tersebut menempati urutan ke-lima pengusaha terkaya dan terkemuka-mungkin kalau diberi umur agak panjang lagi mungkin beliau bisa beli pulau di Indonesia. Beliau hanya menentukan akhir hidupnya sebagai orang terkaya kelima di Jerman hanya dengan menabrakkan badannya dengan sebuah kereta api yang melaju tidak lebih dari 200km/jam. 

Ironi. Itu cerita pertama.

Ada lagi ini dari dunia otomotif. Seorang produsen motor dan mobil sukses Korea mencari cari lain untuk meninggalkan dunia yan penuh suka cita ini . Yaitu menjatuhkan diri dari gedung bertingkat- kalau seingat saya di area kantor pusat HYUNDAY atau di salah satu apartemen beliau, saya sendiri agak lupa dimana tetapi dia menjatuhkan diri dari bangunan bertingkat. Sungguh cara yang mengenaskan untuk seorang yang memeliki jabatan penting di sebuah perusahaan ternama. Mangkatlah beliau dengan tenang .

Jika kita menelisik cerita pertama saya heran mengapa belaiu ingin meninggalkan dunia hanya dengan menabrakkan diri dengan kereta api yang jalannya tidak lebih dari 200km/jam????? Padahal jika ada kesempatan untuk saya beri usul mungkin saya akan usulkan untuk hidup, mungkin saja beliau bisa menjadi pengusaha tekaya pertama di Jerman, atau bahkan di Eropa.

Jika kita menelisik cerita kedua, saya bertanya apa yag menjadikan bos HYUNDAY MOTOR itu terjun bunuh diri????? Jika saja saya diijinkan menemui beliau akan saya berikan sebuah buku saku saya, yang bertuliskan segala pedoman hidup, wejangan hidup. 

Lantas apa jawabannya????????

Mereka meninggal karena merasa takut menghadapi dunia dan mereka meninggal karena bingung menghadapi dunia. 

Itu saja jawabannya.

Sesingkat itu???? 

Lantas bagaimana kita harusnya menyikapi fenomena kedua orang yang secara duniawi meraka bisa membuat sesuatu yang berguna bagi khalayak umum???

0 komentar:

Posting Komentar

berilah komentar untuk membangun kreativitas saya